Nasional

Bupati Tanggamus Ajak Da’i Wasathiyah Perkuat Kerukunan, Jadi Benteng Moral di Tengah Tantangan Zaman

Admin Diperbarui 13:47 3 menit membaca
Ukuran Teks:

Benteng Fakta (Tanggamus) – Komitmen memperkuat dakwah Islam yang moderat dan menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat kembali ditegaskan Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Da’i Wasathiyah Mewujudkan Dakwah Islam Rahmatan Lil’Alamin yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanggamus di Pekon Gisting Permai, Kecamatan Gisting, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanggamus, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Camat Gisting, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Tanggamus, unsur Forkopimda, anggota DPRD, Ketua dan Pengurus MUI Kabupaten Tanggamus, Ketua PCNU Kabupaten Tanggamus, para alim ulama, da’i, tokoh adat, serta ratusan peserta.

Mengawali sambutannya dengan sapaan menggunakan bahasa Lampung, Bupati menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Tanggamus yang terus berperan aktif memperkuat dakwah Islam yang sejuk, moderat, dan membawa rahmat bagi seluruh umat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada MUI Kabupaten Tanggamus yang telah menyelenggarakan kegiatan penting ini. Saya juga mengapresiasi seluruh da’i dan ulama yang selama ini konsisten menjaga kerukunan umat melalui dakwah wasathiyah,” ujar Saleh Asnawi.

Menurutnya, dengan mayoritas masyarakat Tanggamus beragama Islam, ulama dan para da’i memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah, bukan hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga dalam membangun karakter, moral, dan kehidupan sosial masyarakat.

Ia menilai, di tengah derasnya arus kehidupan modern yang semakin hedonis dan materialistis, peran ulama menjadi semakin penting sebagai benteng pertahanan umat.

“Ulama dan da’i berada di garis terdepan dalam menjaga nilai-nilai moral, etika, dan spiritual masyarakat. Peran ini sangat dibutuhkan agar generasi dan kehidupan sosial tetap berada pada jalur yang baik,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa berbagai kebijakan pemerintah sering kali berkaitan dengan nilai-nilai agama maupun kearifan lokal. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Tanggamus akan terus mendukung setiap program dan kegiatan MUI yang bertujuan meningkatkan kemaslahatan umat di Bumi Begawi Jejama.

Selain itu, Saleh Asnawi meminta jajaran MUI berperan aktif membantu pemerintah melakukan deteksi dini terhadap berbagai persoalan keumatan agar dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Saya berharap pengurus MUI dapat membantu pemerintah daerah dalam mendeteksi berbagai persoalan umat. Bangun komunikasi yang baik melalui Badan Kesbangpol maupun forum-forum Kerukunan Umat Beragama sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Tanggamus secara resmi membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Da’i Wasathiyah.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kegiatan Penguatan Kapasitas Da’i Wasathiyah Mewujudkan Dakwah Islam Rahmatan Lil’Alamin secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan komentar